Feb/10/2008 - 01:25:35
TRYOUT MENGHADAPI UJIAN NASIONAL 2008
Hampir semua sekolah di Tulungagung, baik SMP, SMA dan SMK mulai bulan ini Pebruari 2008 melakukan tryout bagi siswa yang akan mengikuti ujian nasional mulai tanggal 22 April 2008 (SMA), 6 Mei 2008 (SMP). Tujuannya sudah jelas agar baik sekolah maupun siswanya “siap mengikuti ujian nasional” dan siswanya “berhasil lulus semua”.
Bagi sekolah tryout digunakan sebagai latihan atau percobaan menyelenggarakan ujian nasional, bagaimana menata ruang kelas, penempatan tempat duduk siswa, meja pengawas ruang, kesekretariatan, pengumpulan dan pengurutan lembar jawab siswa serta penyegelan sampul dan sebagainya semua mengacu pedoman atau prosedur operasional stantanrd (POS) penyelenggaraan ujian nasional. Jika diketahui masih ada kekurangan segera diantisipasi agar pada pelaksanaan hari “H” ujian nasional benar-benar diselenggarakan sesuai POS.
Bagi siswa tryout digunakan sebagai latihan dan percobaan mengikuti ujian nasional yang sesungguhnya, mata pelajaran yang diujikan pada Ujian Nasional (UN) 2008 sesuai Peraturan Mendiknas no. 34 tahun 2007 pasal 6, tanggal 5 November 2007 adalah sebagai berikut:
a. SMP/MTs/SMPLB: Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, dan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA)
b. SMA dan MA: - Program IPA: Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Fisika, Kimia, Biologi - Program IPS: Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Ekonomi, Sosiologi, dan Geografi - Program Bahasa: Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Bahasa Asing lain yang diambil, Sejarah Budaya (Antropologi), dan Sastra Indonesia - Program Keagamaan: Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Ilmu Tafsir, Ilmu Hadis, dan Tasawuf/Ilmu Kalam.
Soal tryout diharapkan mengacu Standar Kompetensi Lulusan (SKL) SMP dan SMA untuk Ujian Nasional 2008 dengan persyaratan kelulusan sesuai Peraturan Mendiknas no. 34 tahun 2007 pasal 15, tanggal 5 November 2007 adalah:sebagai berikut:
a. Memiliki rata-rata minimal 5,25 untuk seluruh mata pelajaran yang diujikan dan tidak ada nilai di bawah 4,25.
b. Memiliki nilai minimal 4,00 pada salah satu mata pelajaran dan nilai mata pelajaran lainnya minimal 6,00.
Permasalahannya sekarang sangat dimungkinkan sebagian SKL belum “diajarkan” di sekolah tetapi telah keluar dalam soal tryout (soal belum valid) sehingga hasil tryout belum bisa digunakan prediksi/analisa kelulusan siswa. Kekawatiran demikian ini tidak perlu terjadi apabila soal tryout benar-benar dibuat mengacu SKL yang telah diajarkan kepada siswa.
Waktu pelaksanaan tryout umumnya berakhir pada bulan Maret 2008, jumlah atau frekuensi tryout umumnya minimal 4 kali untuk SMA dan 5 kali untuk SMP dengan peta soal standar yaitu SKL 2008. Bagaimana cara memanfaatkan hasil tryout untuk memprediksi kelulusan siswa? Apakah dengan merata-rata hasil semua tryout (4 atau 5 kali tryout itu)? Ataukah hanya didasarkan hasil tryout yang terakhir saja?
Jika validitas soal hanya diukur dengan 1 ukuran standar yaitu SKL 2008 maka hasil koreksi soal tryout bisa digunakan prediksi kelulusan nanti dengan cara merata-rata hasil ke 4 atau 5 tryout itu, namun apabila validitas soal ternyata hanya pada tryout yang terakhir saja (untuk semua SKL telah diselesaikan) maka prediksi kelulusan siswa juga hanya berdasarkan hasil tryout yang terakhir pula.
Hal demikian perlu dipertimbangkan karena saat sekarang ini baru dimulai kegiatan semester 6 yang masih dalam proses penyelesaian SKL “bersamaan waktunya” dilaksanakan tryout. Lebih baik tryout baru dilakukan setelah diyakini SKL telah diselesaikan dengan baik. Semoga!
Sebagai upaya “menyelamatkan” siswa maka hasil tryout perlu disampaikan kepada orangtua siswa sedini mungkin sehingga orangtua siswa juga berkesempatan mengintensifkan bantuan dan pengawasan kepada putranya agar prestasi hasil ujian 2008 dapat dicapai siswa secara optimal.
Ujian berskala nasional masih sangat dibutuhkan, karena menyangkut pengendalian mutu lulusan secara nasional. Evaluasi belajar tahap akhir nasional (Ebtanas) sebagai ujian berskala nasional yang dinilai belum berjalan secara optimal seperti yang diharapkan tidak perlu dihapuskan tetapi perlu diperbaiki baik mengenai sistem managemennya, aspek metodologinya, maupun aspek teknologinya. Artinya eksistensinya tetap dipertahankan karena mencontoh persoalan yang terjadi di Amerika Serikat. sebelum tahun 1999, Amerika menerapkan ujian lokal, tetapi ketika dievaluasi, mutu lulusan Amerika berada di bawah rata-rata internasional. Salah satu penyebab yang ditemukan, adalah tidak adanya ujian yang bersifat nasional atau minimal negara bagian, yang pada akhirnya menimbulkan kesulitan untuk mengendalikan mutu lulusannya.
Indonesia sebenarnya juga pernah menerapkan hal yang sama. Pada tahun 1969, di masa Kabinet Pembangunan I, Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan dengan Deputi Mentri Pendidikan Tinggi Mashuri menghapus ujian negara yang bersifat nasional. Sebagai gantinya dilaksanakan ujian lokal yang diselenggarakan oleh sekolah masing-masing. Dampaknya angka kelulusan menjadi 100 persen. Siswa yang nilainya satu koma juga diluluskan, sehingga tidak ada standar minimum untuk kelulusan, saat ini dicari kesepakatan baru kepada masyarakat untuk menentukan standar nilai minimum yang harus bisa dicapai oleh anak-anak didik yang berada di daerah terpencil. Langkah yang perlu ditempuh adalah dengan membuat soal yang setara dengan kemampuan para siswa didik dan memperbaiki kualitas pengajaran mereka serta melakukan pemetaan untuk mengetahui daerah-daerah yang belum mencapai standar nasional. (Ajisaka)
15.06.09 @ 11:48:58
oleh ombet
membuat soal
15.06.09 @ 11:45:55
oleh ombet
aku adalah Pengunjung dari negri Indonesia.
14.06.09 @ 10:56:53
oleh faiz
MAna Soal na.............................?????????????????????
08.06.09 @ 21:10:20
oleh Icaross
Teknologi canggih untuk pembelajaran OK, tanggap ...
29.05.09 @ 10:10:05
oleh SDIT Umar Bin Khathab
Ya ampyun... Smp n 1 kauman is ...
17.05.09 @ 18:58:24
oleh Yurike
menurut saya, kurikulum KTSP itu sama ...
07.05.09 @ 09:16:26
oleh Lemy
sayang sekali blm bisa dijangkau sekolah2, ...
19.03.09 @ 22:06:17
oleh LPP
terima kasih Pak, tulisan Bapak telah ...
15.03.09 @ 19:40:36
oleh eko sihwahju
gratis aja bangga
27.02.09 @ 18:16:30
oleh yuvies