Des/17/2007 - 20:07:48
JARDIKNAS TULUNGAGUNG BELUM BISA SHARE KE SEKOLAH
Subagiyo seorang pengelola jardiknas Tululungagung menyayangkan jaringannya belum bisa dishare ke sekolah-sekolah karena belum memiliki antene dan tower sebagai sarana utamanya. Biaya untuk pengadaan antene dan tiang antene sekitar Rp. 30.000.000 sampai Rp. 40.000.000,- sampai sekarang belum tersedia. Usaha mengajukan anggaran ke Pemda Tulungagung selalu "terpototong" di tingkat kantor dinas pendidikan Tulungagung. Pada hal jardiknas Tulungagung sudah ada sejak tahun 2005 yang didapat dari drooping Pemerintah. Perangkat jardiknas Tulungagung terdiri dari 4 buah komputer dan server pengolah data berkapasitas 512 Mb. Komputer yang terpakai efektif masih 1 komputer dan server pengolah data ditaruh diatas satu meja kerja ukuran 60 X 120 Cm. Ruang kerja pengelolaan jardiknas masih "bergabung" jadi satu dengan ruang ketatausahaan, menjadi "staff" Kabag Tatausaha Dinas Pendidikan Tulungagung.
Sementara itu Pemda Tulungagung sudah sejak 1 bulan lalu telah menggelar hosting gratis bagi pengguna internet di radius 500 meter dari Pendopo Agung Pemda Tulungagung. Gebrakan hosting gratis tentu meningkatkan minat masyakarakat utamanya pemudanya untuk bermain internet. Internet yang selama ini dinilai dan dirasakan mahal berubah menjadi lain. Tidak jarang para pemuda bermain internet berdua dengan pacarnya di sekitar alon-alon Tulungagung. Internet gratis yang menjadi kebijakan Pemda Tulungagung mendapat sambutan positif sebagian masyaarakat Tulungagung. Bahkan seorang pengguna internet gratis Tulungagung Wahyuaji dapat mengakses kegratisannya itu sampai radius 1,5 km lebih dari Pendopo Tulungagung dengan menggunakan fasilitas natene tertentu. Pengalamannya kalau penggunaannya sudah melewati lebih 4 jam, koneksinya terputus. Barangkali diblock oleh pengelola internet gratis karena mungkin diketahui "dipakai" pc di rumah tidak menggunakan lapstop, ungkapnya dengan girang hati.
Kurikulum yang diberlakukan di sekolah SMP, SMA, MTs, MA dan SMK di Tulungagung mulai tahun ajaran 2006 adalah KTSP. Mulai SMP kurikulum KTSP itu telah memasukkan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) ke dalam isi kurikulum. Kurikulum mata pelajaran TIK mulai SMP mewajibkan siswa sudah diajari bagaimana berinternet. Jumlah siswa SMP, SMA, MTs, MA dan SMK di Tulungagung tidak kurang 50.000 orang siswa semuanya berhak memperoleh layanan praktek menggunakan internet di semua sekolah di Tulungagung. Nah kondisi seperti inilah yang dihadapi sekolah.
Pengelola jardiknas dinas pendidikan Tulungagung sudah saatnya melakukan tindakan mengulurkan tangan membantu sekolah dalam melayani siswanya untuk praktek internet di sekolah. Sebetulnya banyak yang bisa dilakukan dinas pendidikan Tulungagung untuk merespon membantu sekolah dalam melaksanakan kurikulum KTSP, khususnya siswa melakukan internet di sekolah, satu diantaranya "jardiknas Tulungagung sharing ke sekolah" (Ajisaka)
19.03.10 @ 20:11:11
oleh YangPatrica32
You should make a selection between ...
19.03.10 @ 19:48:56
oleh MasonWENDY
assalamualaikum.....saya dulu pernah belajar di sekolah ...
19.03.10 @ 16:01:36
oleh nanang wahyudianto
we easily get nice & updated ...
19.03.10 @ 14:30:48
oleh dissertations writing
we easily get nice & updated ...
18.03.10 @ 18:20:13
oleh dissertations writing
UGG Boots,cheap UGG Boots,
17.03.10 @ 14:20:45
oleh Nike Dunk
We sit the right inscription are: ...
17.03.10 @ 14:17:58
oleh Nike Dunk
People in all countries receive the ...
17.03.10 @ 11:21:15
oleh FrankEffie18
248543gs4DFZ3G54DFZ2G1 DF2X1GDF4GDXZFGSDXZFCGXDCFGDXFCG
17.03.10 @ 10:25:25
oleh ghd staighteners
Limited Edition Rare Styler Limited ...
17.03.10 @ 10:20:58
oleh ghd hair straightener